Salah satu diet yang efektif diet ketogenik atau diet keto belakangan ini sangat populer. Pola makan yang memperbanyak konsumsi lemak dan mengurangi karbohidrat ini dianggap efektif untuk menurunkan berat badan cukup cepat. Selain itu dalam menjalani diet keto, tubuh akan mengandalkan lemak sebagai sumber energinya karena tubuh kekurangan gula.
Dr. Samuel Oetoro mengatakan, MS, SpGK, diet keto sebetulnya hanya menyusutkan kadar air dalam tubuh, sehingga berat badan ikut menyusut menghilangkan lemak. "Air dalam tubuh kita itu fungsinya mengikat karbohidrat. Tetapi, ketika tidak ada asupan karbohidrat, maka air akan dilepaskan karena tidak mengikat apa-apa," kata konsultan gizi dari MRCCC Siloam Hospital Semanggi ini beberapa saat lalu.
Dr. Samuel Oetoro mengatakan, MS, SpGK, diet keto sebetulnya hanya menyusutkan kadar air dalam tubuh, sehingga berat badan ikut menyusut menghilangkan lemak. "Air dalam tubuh kita itu fungsinya mengikat karbohidrat. Tetapi, ketika tidak ada asupan karbohidrat, maka air akan dilepaskan karena tidak mengikat apa-apa," kata konsultan gizi dari MRCCC Siloam Hospital Semanggi ini beberapa saat lalu.
Seperti kata ahli gizi efek negatif lain dari kurangnya asupan karbohidrat adalah menurunnya fungsi otak atau menjadi lambat. Akibatnya daya tangkap orang yang sedang menjalani diet minim karbohidrat akan membuat otak jadi lambat berpikir untuk memecahkan masalah."Otak bisa jadi lemot, karbohidrat itu kan nutrisi untuk otak, ketika karbohidrat dikurangi, artinya mengurangi asupan nutrisi ke otak," ucap Samuel.
Adapun untuk fungsi tubuh yang optimal, Samuel menyarankan agar kita tetap mengonsumsi karbohidrat minimal 120 gram per hari secara berkala. Dan jenis karbohidrat yang disarankan adalah karbohidrat kompleks, misalnya nasi merah, ubi, dan kentang yang dikonsumsi bersama kulitnya secara bersamaan.

EmoticonEmoticon